Album baru DaizyStripper, BIRTH dan LOVE

Akhirnya setelah sekian lama menanti-nanti kehadiran lagu-lagu DaizyStripper, DaizyStripper merilis 2 album baru sekaligus pada tanggal 11 Agustus 2010 yang berjudul BIRTH dan LOVE. Padahal kesabaran saya udah mau habis nih buat nunggu lagu-lagu DaizyStripper setelah dirilisnya single Harumeku Bokura. Tapi 2 album baru ini bikin puas bagi para pendengar setia musik-musik DaizyStripper.

Pada album BIRTH terdapat 10 lagu yang dijamin bikin pendengarnya siapkan emote kagumnya buat dengerin lagu-lagu di album ini. Untuk daftar track dan album art nya, silahkan klik disini.

Download album BIRTH @ mediafire. Password : arya92desu

Album satu lagi, yakni LOVE ga kalah dari album BIRTH. Lagu-lagu di album ini enak didenger juga, terutama lagu トレゾア (Torezoa), Farewell Line, juga 名もなき道 (Namonaki Michi). Lagu yang lain juga ga kalah menarik. Bakalan nyesel banget nih buat para menggemar Japanese Rock yang ga dengerin lagu-lagu di 2 album baru DaizyStripper ini. Untuk daftar track dan album art, klik disini.

Download album LOVE @ mediafire. Password : arya92desu

Untuk PV di 2 album ini, sejauh ini DaizyStripper membuat 1 Video di masing-masing album, yakni TRIGGER pada album BRITH dan STAY GOLD pada album LOVE. Berikut Video nya.

DaizyStripper – TRIGGER [PV]

DaizyStripper – STAY GOLD [PV]

Jadi buat para pendengar musik Japanese Rock khususnya fans setia DaizyStripper, jangan lewatin album-album dan video-video dari DaizyStripper diatas yah. Nyesel lho! n_n

Keep up to date with Japanese Musics! n_n

WiMAX, Standar Baru Broadband Wireless Access

WiMAX (Wireless Interoperability for Microwave Access) adalah standar IEEE baru pada media nirkabel. WiMAX dengan kode standar IEEE 802.16 menggunakan teknologi modulasi yang sama dengan Wi-Fi (IEEE 802.11) akan tetapi WiMAX memiliki kecepatan akses yang lebih tinggi dengan jarak jangkau yang lebih luas daripada Wi-Fi.  WiMAX merupakan teknologi yang open standar yang berarti perangkat WiMAX yang berasal dari vendor yang berbeda masih dapat saling berkomunikasi satu sama lain.

WiMAX bekerja di 2 band frekuensi, yakni frekuensi utama pada certification profile untuk Fixed WiMAX (band 3,5 GHz dan 5,8 GHz), yang satu lagi yaitu Mobile WiMAX yang bekerja pada 4 band pada system profile release-1, yakni band 2,3 GHz, 2,5 GHz, 3,3 GHz, dan 3,5 GHz (yang sering dipake pada Mobile WiMAX adalah band 2,5 GHz).

Berikut adalah tabel karakteristik WiMAX.

tabel karakteristik WiMAX

tabel karakteristik WiMAX

Secara umum standar IEEE 802.16 beserta turunannya bekerja pada frekuensi 2 – 11 GHz dan mempunyai throughput hingga 75 Mbps.

Elemen perangkat yang digunakan oleh teknologi WiMAX yaitu meliputi Base Station (BS), Antena dan Subscriber Station (SS). Penjelasannya sebagai berikut.

  • Base Station (BS)
    WiMAX Base Station

    WiMAX Base Station

    Perangkat dengan fungsi transceiver yang menggunakan jaringan Internet Protocol (IP) dan biasanya ditempatkan di satu lokasi. Setelah dari BS akan diteruskan ke beberapa CPE dengan menggunakan RF menurut standar WiMAX. Berikut adalah komponen BS.

    -> NPU (Network Processing Unit card)
    -> AU (Access Unit card)
    -> PIU (Power Interface Unit)
    -> AVU (Air Ventilation Unit)
    -> PSU (Power Supply Unit)

  • Antena
    Antena WiMAX

    Antena WiMAX

    Terdapat 3 tipe utama antena yang digunakan pada WiMAX yang ditunjukkan pada gambar diatas. Pemilihan antenna tergantung pada tujuan implementasi WiMAX tersebut.

  • Subscriber Station (SS)
    Subscriber Station adalah perangkat/komponen yang digunakan pengguna untuk koneksi WiMAX. Perangkat-perangkat tersebut disebut CPE (Customer Premises Equipment). Terdapat 2 jenis CPE menurut penempatannya, yakni Indoor CPE dan Outdoor CPE.

    Indoor CPE

    Indoor CPE

Outdoor CPE

Outdoor CPE

Cara Kerja WiMAX

Cara Kerja WiMAX

Ternyata WiMAX sangat terasa kelebihannya dibanding Wi-Fi. Sekarang yang dipertanyakan bagaimana kesiapan dan kemauan kita untuk mengimplementasikan WiMAX tersebut untuk efisiensi berkomunikasi data dengan minim kendala.

..::  keep up to date with technology!  ::..

Solid State Disk, Pengganti Hard Disk?

Solid State Disk, Pengganti Hard Disk?

Solid State Disk, Pengganti Hard Disk?

Solid State Disk (SSD) merupakan perangkat penyimpanan yang mulai dikembangkan pada 1960 oleh IBM untuk keperluan super komputer mereka akan tetapi tidak diproduksi besar-besaran dikarenakan biaya yang terlalu besar dalam proses produksi, hingga beberapa tahun kemudian sejumlah perusahaan melanjutkan produksi SSD tersebut.

Salah satu perusahaan bernama M-Systems merilis sebuah SSD berbasis flash memory yang selanjutnya banyak dipakai untuk keperluan militer sebagai pengganti hard disk. Hingga saat ini telah banyak SSD berbasis flash memory dan tersebar luas di pasaran dengan harga yang terjangkau, misalnya Flash Disk, SD Card, Micro SD, dan sebagainya. Terdapat pula SSD yang secara dimensi seukuran dengan hard disk dan kapasitas yang dapat melebihi hard disk dan pengguna dapat mendapatkannya dengan harga yang makin terjangkau saja.

Selain terdapat SSD yang berbasiskan flash, ada juga SSD yang berbasiskan DRAM dan sering dijadikan sebagai media cache dan memiliki storage cadangan untuk menyimpan data jika komputer mati. Sehingga data yang sebelumnya diproses sebelum komputer mati akan dapat diproses kembali saat komputer dinyalakan.

Bagian dibawah ini akan menjadi jawaban yang musti dipertimbangkan atas pertanyaan apakah SSD dapat menggantikan hard disk. Berikut kelebihan SSD dibandingkan hard disk.

  1. Waktu startup lebih cepat dikarenakan pengolahan yang lebih cepat.
  2. Tidak ada suara bising yang dikeluarkan motor (pemutar disk) yang digunakan hard disk.
  3. Lebih hemat dalam penggunaan daya listrik.
  4. Lebih ringan dibandingkan hard disk yang berkapasitas sama sehingga banyak digunakan untuk perangkat portable seperti notebook, dan sebagainya.

Setelah meninjau keunggulannya, SSD sangatlah tepat untuk dijadikan media penyimpanan dan menggantikan hard disk bagi para pengguna komputer kelak. Meski saat ini telah banyak vendor storage yang memproduksi SSD seukuran untuk menggantikan hard disk, namun harga yang masih belum setimbang dengan harga hard disk menjadi kendala para pengguna untuk mulai menggunakan SSD. Berikut adalah spesifikasi Solid State Drive (sebutan bagi SSD yang dijadikan pengganti hard disk) dari vendor Western Digital.

Klik pada gambar untuk informasi lebih lanjut

Klik pada gambar untuk informasi lebih lanjut

Berikut adalah harga WD Silicon Edge Blue berdasarkan kapasitasnya.
64 GB (SSC-D0064SC-2100) – $279.00
128 GB (SSC-D0128SC-2100) – $529.00
256 GB (SSC-D0256SC-2100) – $999.00

Bagaimana? Harganya masih jauh dari harga hard disk dengan kapasitas yang sama kan? Semoga saja harganya bisa lebih terjangkau di masa yang akan datang.

…::  Keep up to date with technology!  ::..

Sharing Printer menggunakan CUPS

CUPS (singkatan dari Common Unix Printing System), sebuah sistem printing bermodul yang memperbolehkan sebuah komputer untuk menjadi sebagai sebuah Server Print. Sebuah komputer yang menjalankan CUPS adalah sebuah host yang dapat menerima print job dari komputer client, memprosesnya dan mengirimkannya ke printer yang dituju. CUPS adalah sistem printing standar yang digunakan pada Mac OS X dan kebanyakan distribusi Linux.

Kali ini, kita akan mencoba melakukan printer sharing menggunakan CUPS tersebut.

  1. Install kan CUPS pada system *nix anda.
  2. Pastikan port IPP (631) telah aktif pada mesin anda dengan menggunakan perintah dibawah ini
    # nmap localhost
    Perintah diatas adalah perintah untuk menampilkan port-port yang telah aktif pada mesin anda. Jika port 631 telah aktif, maka CUPS dapat dilakukan menggunakan web interface.
  3. Buka Web Browser anda lalu tuju alamat http://localhost:631
    localhost dapat diganti dengan IP Address dimana CUPS diinstall untuk printer sharing.
  4. Setalah tampak Web Interface dari CUPS, pilih Add Printer
  5. Lalu masukkan nama printer, lokasi printer, dan deskripsinya. Lalu pilih Continue
  6. Setelah itu, pilih printernya menurut jenis device yang terdeteksi pada sistem. Lalu pilih Continue
  7. Kemudian jika ada kotak dialog yang menanyakan username dan password, maka masukanlah username dan password dari mesin yang anda install CUPS.
  8. Printer anda telah selesai di sharing dan siap digunakan oleh network.

Konfigurasi Network (IP Addres) pada Debian dan Turunannya

Konfigurasi Network adalah hal dasar yang harus diketahui oleh orang yang bergelut di bidang IT. Sebelumnya anda harus memahami konsep Addressing (Pengalamatan) pada jaringan. Pada Debian (untuk server), terdapat 2 cara untuk melakukan konfigurasi network. Yang pertama adalah menggunakan perintah “ifconfig”, yakni sebagai berikut.

# ifconfig [device] [ip address] netmask [mask]

Cara yang kedua yakni menggunakan file konfigurasi, yakni file “/etc/network/interfaces”. Gunakan perintah “nano” sebagai file editornya.

# nano /etc/network/interfaces

Lalu akan muncul jendela editor.

Tambahkan baris berikut pada baris paling bawah untuk metode Static (Konfigurasi IP Address secara manual).

auto [device]

iface [device] inet static

address [ip address]

netmask [mask]

Untuk metode automatic (DHCP) maka baris yang ditambahkan adalah berikut.

auto [device]

iface [device] inet dhcp

Lalu save file konfigurasi tersebut dengan menekan Ctrl + X , Y , Enter

Untuk mengaktifkan konfigurasi, anda harus merestart proses networking yang sedang berjalan pada sistem dengan menjalankan perintah sebagai berikut.

Keterangan :

- device ==> untuk jenis ethernet biasanya “ethx”

* x = angka untuk membedakan device yang satu dengan device yang lain.

- ip adress ==> alamat IP yang akan diberikan pada PC yang dikonfigurasi.

* penulisannya memakai 4 oktet (1 oktetnya -bit) dot decimal (x.x.x.x), misalnya 192.168.0.1

- mask ==> alamat berukuran 32-bit yang digunakan untuk membedakan network identifier dari host identifier di dalam sebuah alamat IP, misalnya 255.255.255.0

# /etc/init.d/networking restart

Untuk mengecek konfigurasi anda telah berjalan atau tidak, jalankan perintah berikut.

# ifconfig