Konfigurasi Network adalah hal dasar yang harus diketahui oleh orang yang bergelut di bidang IT. Sebelumnya anda harus memahami konsep Addressing (Pengalamatan) pada jaringan. Pada Debian (untuk server), terdapat 2 cara untuk melakukan konfigurasi network. Yang pertama adalah menggunakan perintah “ifconfig”, yakni sebagai berikut.
# ifconfig [device] [ip address] netmask [mask]
Cara yang kedua yakni menggunakan file konfigurasi, yakni file “/etc/network/interfaces”. Gunakan perintah “nano” sebagai file editornya.
# nano /etc/network/interfaces
Lalu akan muncul jendela editor.
Tambahkan baris berikut pada baris paling bawah untuk metode Static (Konfigurasi IP Address secara manual).
auto [device]
iface [device] inet static
address [ip address]
netmask [mask]
Untuk metode automatic (DHCP) maka baris yang ditambahkan adalah berikut.
auto [device]
iface [device] inet dhcp
Lalu save file konfigurasi tersebut dengan menekan Ctrl + X , Y , Enter
Untuk mengaktifkan konfigurasi, anda harus merestart proses networking yang sedang berjalan pada sistem dengan menjalankan perintah sebagai berikut.
Keterangan :
- device ==> untuk jenis ethernet biasanya “ethx”
* x = angka untuk membedakan device yang satu dengan device yang lain.
- ip adress ==> alamat IP yang akan diberikan pada PC yang dikonfigurasi.
* penulisannya memakai 4 oktet (1 oktetnya -bit) dot decimal (x.x.x.x), misalnya 192.168.0.1
- mask ==> alamat berukuran 32-bit yang digunakan untuk membedakan network identifier dari host identifier di dalam sebuah alamat IP, misalnya 255.255.255.0
# /etc/init.d/networking restart
Untuk mengecek konfigurasi anda telah berjalan atau tidak, jalankan perintah berikut.
# ifconfig